Bismillah, Selamat Datang Di Hidayat Hilal Blog

Semoga isi blog ini dapat bermanfaat.

Firman Allah Ta'ala

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Ali ‘Imran:31.

Hadits Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amalan yang diterima. HR. Ibnu Majah (www.muslim.or.id)

Perkataan Ulama

Dunia kampung amal dan akhirat kampung balasan, barang siapa yang tidak beramal di sini akan menyesal di sana. Nasehat Imam Ahmad Radhiallahuanhu.

Monday, July 24, 2017

Siapakah Yahudi?


(Sumber Gambar : kabarislamia.com)

Yahudi merupakan keturanan Israil. Kata “Israil” merupakan bahasa Ibrani yang artinya Hamba Allah, sebutan Israil ini adalah panggilan kepada Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam sehingga keturunan atau keluarga Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam disebut dengan nama bani Israil. Jadi, Yahudi merupakan bani Israil. Sedangkan kata Yahudi berasal dari nama anak nabi Ya’qub ‘Alaihissalam yaitu Yahudza.
Adolf Hitler yang merupakan seorang diktator tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holokaus pernah berkata, “Saya bisa memusnahkan semua orang Yahudi di dunia ini, tapi saya meninggalkan beberapa dari mereka hidup sehingga anda akan tahu mengapa saya membunuh mereka”. Tokoh ini sangat membenci Yahudi, hingga ia membunuh kurang lebih 6 juta Yahudi dalam peristiwa Holokaus (penghancuran).

1400 tahun yang lalu, sebelum Adolf Hitler mengeluarkan pernyataan di atas, Al Qur’an telah lebih dahulu merincikan tabiat Yahudi yang membangkang dan tidak tahu diri itu. Berikut salah satu firman Allah Ta’ala mengenai Yahudi:

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. al Maidah : 64)

Bukti lain bahwa Yahudi adalah ummat yang membangkang telah diceritakan dalam Al Qur’an saat Yahudi mengingkari kitab Taurat yang bawa oleh Nabi Musa ‘Alaihissalam kepada bani Israil.

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa”. Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. (QS. al Baqarah : 63 – 64)

Bukti lain bahwa Yahudi adalah ummat yang membangkang adalah dengan lancangnya mereka menolak dakwah nabi Musa ‘Alaihissalam, hal ini diabadikan dalam Al Qur’an :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya”. Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (QS. al Baqarah : 55 – 56)

Mereka, kaum Yahudi juga menolak untuk berperang di jalan Allah setelah mereka mendapat banyak nikmat dan ampunan, berikut firman Allah tentang hal tersebut:

“Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. al-Maidah: 24)

Dan pada ayat berikut ini tersurat secara jelas bukti bahwa mereka benar-benar membangkang dan menolak kebenaran yang datang padanya.

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: “Hati kami tertutup.” Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina). dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. an Nisaa’: 155-158)

Dalam ayat tersebut pula dinyatakan oleh Allah Ta’ala bahwa Yahudilah yang menuduh Siti Maryam berzina. Dinyatakan pula bahwa Yahudi pula yang merencanakan pembunuhan Nabi Isa ‘Alaihissalam, Subhanallah. Mereka benar-benar telah melampaui batas. Ternyata tidak cukup sampai nabi Isa, ketika nabi kita Muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul, mereka lagi-lagi iri dan dengki karena nabi akhir zaman itu bukan dari kalangan bani Israil. Hal ini diceritakan oleh ibnu Abbas.

Sebelum diutusnya nabi, orang yahudi berharap akan mengalahkan kaum Aus dan Khazraj dengan kehadiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika Allah mengutus beliau dari suku arab, mereka kufur kepadanya, dan mengingkari ucapan yang dulu pernah mereka sampaikan. Hingga Muadz bin Jabal dan Bisyr bin Barra dari Bani Salamah menyampaikan kepada orang yahudi: “Wahai orang yahudi, bertaqwalah kepada Allah dan masuklah ke dalam islam. Dulu kalian ingin menghabisi kami dengan kehadiran Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika kami masih musyrik. Kalian sampaikan kepada kami bahwa beliau akan diutus dan kalian juga menceritakan sifat beliau kepada kami.”

Namun pernyataan dua sahabat ini dibantah oleh yahudi, melalui lidah Salam bin Misykam dari Bani Nadhir, “Belum datang kepada kami nabi yang kami kenal, sama sekali. Dia (Muhammad) bukanlah orang yang pernah kami ceritakan kepada kalian”.

Dengan sebab ini, Allah turunkan surat al-Baqarah ayat 89 dan 90 :
Ketika telah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. La’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki mengapa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. (QS. Al-Baqarah: 89 – 90).

Bukti otentik yang tersurat dalam Al Qur’an dan hadist ini kiranya dapat dijadikan sebagai salah satu alasan mengapa Hitler melancarkan Holokaus untuk Yahudi. Seandainya Yahudi telah benar-benar dihabiskan mungkin hari ini tidak ada peperangan di Palestina. Tidak lagi masjid Al Aqsha dipersengketakan. Namun disisi lain, peperangan di Palestina menunjukkan kepada kita betapa tidak berperikemanusiaannya Yahudi, mereka membunuh jutaan anak - anak yang tak bersalah. Tetapi jangankan hanya sekedar anak - anak, keturunan merekapun pernah melancarkan aksi untuk membunuh seorang nabi. Alhasil, hanya dimata mereka sajalah Isa ‘Alaihissalam terlihat telah terbunuh. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sunday, February 5, 2017

Postingan "Pendidikan & Anak" Terbaru

(Sumber Gambar : unsplash.com)
1. Anak Usia Dini

Postingan "Motivasi" Terbaru

Postingan "Al-Qur'an" Terbaru